Ingin tidak Mudah Pikun.... Baca Al Qur'an

Pertanyaan dan jawaban tersebut disampaikan oleh Dr. Habib Ali Abidin Zainal Bilfaqih, seorang ulama dan akademisi ketika memberikan pembinaan Ramadhan di Aula Al Iklhas Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan (5/6/2026).

Kegiatan ini terasa istimewa karena yang hadir tidak hanya Plt Kepala, Kasubag TU, Para Kasi, Penyelenggara dan pegawai Kemenag Kabupaten Pasuruan, hadir pula Kepala dan Kasubag TU Kemenag Kota Pasuruan.

Tema pembinaan dan semarak Ramadhan kali ini yaitu Al Qur'an itu Keren. Al Qur'an sumber solusi terhadap segala jalannya kehidupan, antara lain tentang ekonomi, sosial kemasyarakatan, politik, pertanian, sains, termasuk dunia kesehatan. Masalah kesehatan itu seperti yang disampaikan oleh Habib Zainal yaitu bisa mencegah orang dari demensia atau kepikunan.

Dijelaskan oleh Habib, menurut penelitian, dengan membaca Al Qur'an tidak hanya bisa mencegah kepikunan tapi juga dapat menumbuhkan sel-sel otak yang membuat kepikunan berkurang bahkan bisa mengatasinya. Selain itu membuat daya ingat menjadi kuat, mudah mengingat dan menghafal 

Ternyata membaca dan atau mendengarkan Al Qur'an ini bisa sebagai obat, menumbuhkan sel-sel otak, ujar Habib. 

Mengadzani Bayi Baru Lahir

Disinyalir, tradisi membaca atau mendengarkan Al Qur'an sudah mulai berkurang. Antara lain, Habib menyampaikan cerita dari peneliti jepang jika tradisi mengadzani bayi yang baru lahir sudah mulai jarang dilakukan. Justru yang didengar suara lainnya.

Walaupun bayi baru lahir yang secara fisik tidak kelihatan responnya tapi bayi tersebut sebetulnya bisa mendengar, merespon dan merekamnya.

Bayi yang baru lahir lalu mendengar suara pertama selain suara Al Qur'an/adzan, ini bertentangan dengan 'pakta integritas' antara Allah dengan janinnya ketika kurang lebih 125 hari bayi dalam kandungan, ujar Habib Zainal.

Begitu bermaknanya suara adzan didengarkan oleh bayi yang baru lahir. Habib Zainal menceritakan pengalamannya ketika mau kelahiran cucunya. Dia minta untuk mencari rumah sakit yang bisa mengadzani begitu bayinya lahir.

Bisakah habis lahir langsung bisa di adzani, jika tidak bisa, pindah saja, ujar Habib.

Pendidikan Al Qur'an

Tidak kalah pentingnya peran pendidikan dalam mencintai Al Qur'an, baik pendidikan di luar maupun di dalam rumah.

Saat ini, untuk lebih memahami Al Qur'an tidak bisa mengandalkan ke pendidikan umum karena kurikulumnya memang tidak di desain untuk itu. Yang bisa yaitu pendidikan di pesantren, ungkap Habib 

Pendidikan di rumah, terutama Ibu sangat strategis di dalam mendidik anak mencintai Al Qur'an. Untuk itu saran Habib Zainal, carilah istri yang ahli Al Qur'an, tidal peduli dia lulusan apa, karena pendidikan pertama dan utama adalah Ibu.

Saran lainnya dari Habib Zainal untuk orang tua yaitu melakukan gerak cepat atau langkah cepat untuk belajar Al Qur'an. Tidak sekedar gerak cepat untuk mencari tempat rekreasi atau kuliner baru. Jangan habiskan waktu hanya sekedar mencari dan mendapatkan kesehatan fisik belaka, tapi utamakan kesehatan agama kita.

Cari cara agar bisa membaca, mempelajari bahkan sampai hafidz Al Qur'an, karena jika di dalam aliran darah ada Al quran, ini akan membimbing dan menjadi petunjuk hidup kita, pungkasnya. (M. Fatoni )

Posting Komentar untuk "Ingin tidak Mudah Pikun.... Baca Al Qur'an"